Featured

Get know me!

Don’t be the number one but be the only one, they said.

Hi y’all. I’m Fiorentina. I’m just such a weird college student at Civil Eng. This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates. But I’m just such a newbie writer, get along with me. Thank’s, and love ya!

Menyesal lah seperlunya, ya?

Bagaimana rasanya terkurung di rumah lebih dari 3 bulan? Apakah keadaan kalian selalu baik-baik saja? Atau sudah satu dua kali menangisi hal yang seharusnya dilupakan?

Di tengah situasi pandemi seperti ini, kita harus mengurung diri secara terpaksa di rumah. Kita semua harus terkurung dengan keadaan lingkungan dan hati yang berbeda-beda. Ada yang terkurung di daerah pedesaan. Ada yang harus melakukannya di tengah keheningan kota besar. Ada yang menjalani karantina bersama keluarganya, dan ada yang harus menjalani ini semua seorang diri. Mana menurut kalian yang lebih baik?

Tidak ada yang lebih baik.

Ya benar, tidak ada yang lebih baik. Apakah jika harus terkurung sendiri akan membuat kita selalu bersedih? Apakah jika berkumpul dengan keluarga akan menjamin kita selalu bahagia? Tidak.

Terlalu lama berdiam diri di rumah, entah itu sendiri ataupun bersama keluarga pasti akan timbul satu atau dua masalah baru. Salah satunya yaitu terlalu banyak berfikir. Bukankah itu hal bagus jika kita banyak memikirkan sesuatu? Tidak jika sudah berubah menjadi overthinking.

Apa aku tidak cukup baik dalam menjalani kehidupanku selama ini?

Kenapa aku tidak bisa seperti dia?

Pernahkah pertanyaan sejenis itu terbesit di pikiran kalian? Kalau aku akan dengan lantang kujawab “Ya, sering. Atau mungkin setiap waktu?”. Terlebih lagi dalam kondisi seperti ini, jika melihat semua orang terlihat sibuk dan ‘produktif’. Kita akan mulai marah akan keadaan yang kita alami entah karena kesalahan kita sendiri maupun orang lain.

Dan semua akan berakhir dengan “menyesal”.

Kita akan mulai menyesali beberapa pilihan yang telah kita ambil selama beberapa waktu ke belakang. Kita akan mulai mencari kambing hitam untuk setiap penyesalan tersebut. Dan kita dengan jahatnya pasti akan menyalahkan satu orang ini, yaitu diri kita sendiri. Dosa sebesar apa sih yang telah “diri sendiri” lakukan? Apa tidak bisa dimaafkan? Kenapa “diri sendiri” harus yang menderita?

Mungkin memang hal yang kita sesali akan berdampak di masa depan. Tapi ayo belajar untuk lebih menerima. Belajar untuk merelakan. Belajar untuk tidak mengulangi kesalahan. Masa depanmu memang tidak pasti akan cerah, tapi belum tentu juga akan gelap. Tetaplah menjadi ‘waras’ untuk dirimu sendiri.

Jangan terlalu lama menyesali sesuatu.

Ketika kita terlalu lama menyesali sesuatu, dan lupa untuk segera menerimanya. Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhir kita? Permintaanku hanya satu, berjanjilah pada hari itu, si “diri sendiri” ini sudah termaafkan, ya? Jangan mati dalam keadaan menyesal, tapi matilah dalam keadaan menerima.

Jadi, menyesal lah seperlunya, ya ?

Keterima kuliah di Politeknik? Gausah Risau dan Ragu!

Pengalaman Keterima Kuliah di Politeknik Negeri Malang

Aloha! Dilihat dari judulnya, sudah pasti kalian yang mampir kesini lagi mempertimbangkan untuk kuliah di politeknik atau bahkan malah udah keterima di politeknik kan. Mungkin sempet terbesit di pikiran kalian kalau kuliah di politeknik itu gak keren, gak membanggakan, pokoknya nggak banget gitu deh. Wah jangan salah paham dulu gitu dong kawan online-ku.

Singkat cerita, aku lulusan SMA tahun 2017. Dan alhamdulillah diterima di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan jurusan Teknik Sipil program studi D-IV Manajemen Rekayasa Konstruksi lewat jalur eksklusif yaitu PMDK-PN (kok jadi pamer). Politeknik itu isinya pendidikan vokasi atau yang biasa disebut “diploma”. Jadi secara umum untuk masuk ke sebuah Politeknik Negeri, jalur masuknya ada 3 yaitu

  • PMDK-PN (Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri) : jalur masuk pertama yang bisa dibilang SNMPTN-nya Politeknik Negeri, yaitu jalur undangan premium yang siapapun kelas 12 boleh ikut gak perlu harus 75% atau 50% terbaik sekolah. Jadi kalau ada kesempatan, ambil aja dulu!
  • SB-UMPN : jalur masuk kedua yang juga punya sebutan lain SBMPTN-nya Politeknik Negeri, yang desas-desusnya dari temen-temen sih soalnya gampang banget. Boleh dicoba nih kalau masih belum dapet kuliahan.
  • MANDIRI : jalur masuk ketiga dan terakhir buat masuk Politeknik Negeri, tes tulisnya 11 12 sama SB-UMPN. Disclaimer ada uang gedung nya tapi denger-denger sih masih terjangkau kayak harga skincare hahaha. *jayus oke maafkan*
Sekilas memang sebenarnya cara/jalur masuk ke politeknik itu sama kayak masuk ke Universitas/Institut Negeri cuman beda nama aja. Dan sekilas info kalian juga bisa kok daftar bidik misi kalau pengen kuliah di Politeknik yaitu saat jalur PMDK-PN dan SB-UMPN.

Jangan pernah malu kuliah di manapun! Bukan nama kampus yang menentukan masa depanmu, tapi kamu sendiri.

Memang rezeki itu nggak kemana, daftar karena iseng malah keterima. Tapi jujur aja, aku emang dari awal gak berniat sama sekali buat kuliah di Politeknik. Karena ya pastinya gengsi anak jaman sekarang kan gede-gede tuh maunya kuliah di Univ yang ternama, tapi kerjaan di rumah mager-mageran (hayo siapa yang sama juga?). Meskipun udah keterima PMDK-PN, SBMPTN dan UTUL UGM pun masih jadi harapan. Namun pada akhirnya, well yeah here I am. Saat itu, saking masih belum terima bakal kuliah di politeknik, hampir tiap hari browsing soal “keuntungan kuliah di politeknik” dan sejenisnya buat naikin mood. Mencoba mencari pembenaran, mencari sesuatu yang akan mendukungku untuk lebih menerima takdir. Mungkin bagi beberapa orang, aku bisa dikatakan sebagai orang yang “tidak bersyukur” dengan keadaan. But it happened to me and for you guys who are also in this situation, it’s totally fine, you’re not going in the wrong direction.

POLITEKNIK ITU UNIK!

Beda belum tentu gak baik

Tapi setelah dijalani, kuliah di Polinema ternyata asik juga ya dan sama sekali ga kepikiran mau pindah! Eh inget ya ini pengalaman pribadi aku aja, jadi jangan di generalisasikan oke? Beda kampus beda kebijakan, be smart.

  • OSPEK

Perbedaan yang cukup menonjol yang terjadi di antara politeknik dan universitas yaitu pada rangkaian ospek. Umumnya pada universitas rangkaian ospek akan bertahap dari ospek universitas, ospek fakultas, lalu ospek jurusan atau bisa juga ditambahkan dengan rangkaian semacam character building yang akan dilakukan dalam kurung waktu 1 atau 2 semester. Sangat berbeda dengan apa yang terjadi di kampusku Polinema. Masa ospek kami diawali dengan yang namanya “LDK” atau Latihan Dasar Kepemimpinan yaitu para maba akan dilatih selama kurang lebih 1 minggu di markas tentara (pastinya tidak sama porsinya dengan para calon tentara ya, tenang aja!) yang pastinya tidak dilakukan oleh para maba di umumnya universitas, pengalaman menarik bukan! Lalu dilanjutkan dengan Pra-Study atau Ospek Jurusan selama 2-3 hari. Dan it’s done, kita sudah terbebas dari yang namanya rangkaian OSPEK! Tinggal fokus kuliah doang.

  • JADWAL KULIAH

Nggak cuman ospek, tapi jadwal kuliah benar-benar sangat jauh berbeda. Untuk kalian para maba mungkin masih asing ya sama yang namanya KRS atau Kartu Rencana Studi. Singkatnya, KRS itu kayak daftar dan jadwal mata kuliah yang akan kita tempuh dalam 1 semester. Kita di politeknik udah nggak perlu repot-repot yang namanya krs-an, nggak usah bingung sama drama milih mata kuliah milih kelas milih dosen yang bisa bikin kita berantem sama temen sendiri karena rebutan. Selama 3/4 tahun kita kuliah disana kita tinggal terima jadi jadwal kuliah, persis kayak SMA deh! Pokoknya tinggal berangkat. Krs-an ala politeknik itu tanpa drama tinggal print doang, selesai! Perlu digaris bawahi kalian selama 3/4 tahun itu bakal bareng terus, PASTI LULUS TEPAT WAKTU deh tenang aja (selama kuliahnya gak aneh-aneh ya). Jadi yang pinter maaf maaf nih ya kalian nggak bisa duluan lulus, dan sebaliknya buat kalian yang pas jaman sekolah dulu suka males harus hati-hati karena kalo suka bolos dan nilainya E bisa di drop out lo. Disclaimer lagi, kita kuliah senin-jumat full, balik SMA lagi asik dong kan? HAHAHA

  • MATA KULIAH PRAKTEK

Sama halnya dengan beda SMA dan SMK. Itu berlaku juga buat beda Univ/Institut dengan Politeknik atau pendidikan vokasi. Disini kita ada yang namanya mata kuliah praktek. Untuk jurusanku yaitu teknik sipil, di setiap semester (semester 1-4) pasti ada yang namanya matkul praktek, contohnya Praktek Kayu, Praktek Baja, dll. Yang mana matkul-matkul itu dilakukan di “bengkel” dalam kurun waktu 2 minggu untuk setiap prakteknya. Jadi untuk waktu 2 minggu itu, kita nggak bakal ada kuliah teori, tapi kita bakal nguli di kampus. Berangkat pakai baju bengkel, panas-panasan, pulang-pulang muka kucel sudah menjadi kewajiban kita hahaha. Latihan turun di lapangan, pegang alat-alat nya sendiri bener-bener beda sama cuman duduk belajar teori. Bakal banyak banget hal yang semasa kecil pengen kalian lakukan dan akan kalian sesali saat kalian berada di matkul praktek, capek bosku. Tapi bener-bener pengalaman baru banget deh, jadi kuliah nggak gitu-gitu aja! Itung-itung refreshing otak dari hiruk pikuk kuliah teori.

  • KOMPEN

Mungkin bakal kedengeran aneh, tapi kita di Polinema itu bener-bener bakal ngitung berapa lama kamu bolos/telat sampe ke menit-menitnya. Jadi ya buat para calon mahasiswa Polinema khususnya, nggak bakal bisa kalian yang namanya titip absen. Karena kita masih pake cara lama yaitu, ABSEN PANGGIL. Bisa bolos kalo temen kalian baik, mau bikinin surat, jadi baik-baikin teman kalian deh kalo udah kayak gini situasinya hahaha. Jadi kalian disini harus disiplin waktu ya, karena setiap menit/jam yang tercatat “bolos” harus diganti di akhir semester atau yang biasa kita sebut “kompen”. Bukan diganti kuliah tambahan kok tenang aja, kalian cuman bakal disuruh bersih-bersih atau beli sesuatu buat kampus. Bener-bener diajarin buat menghargai waktu kita disini. Kuliahnya aja harus lulus tepat waktu kan, jadi masuk kuliah juga harus tepat waktu juga dong ya!

Jadi banyak banget hal yang bakal kalian dapetin di Politeknik, yang nggak bakal bisa kalian dapetin di Universitas/Institut. Buat masalah mata kuliah teori dan hal-hal lainnya sebenarnya sama saja antara Universitas/Institut dan Politeknik, hanya di beda gelar akhir yang akan disandang aja kok. Makanya kalian yang sudah keterima di Politeknik manapun, harus bangga sama diri kalian sendiri ya. Dan buat kalian yang masih ragu buat daftar Politeknik, why not? Coba aja dulu, siapa tau emang jalan kalian disini. Dan perlu diingat nggak ada yang namanya kuliah di kampus itu lebih pinter daripada di kampus ini, BIG NO.

Itu semua terserah pada kalian

Menjadi Ikan Besar Di Kolam Kecil, atau Menjadi Ikan Kecil Di Kolam Besar.

Sincerely, Fio Ren.

Design a site like this with WordPress.com
Get started